April 17, 2010

Mahabharata : Sebuah warisan epik

Posted in Historical, Indonesian, Literature at 11:44 PM by Gigih R. Cahyo

Book Title : Mahabharata

Book Type : History

Author : Nyoman S. Pendit

My Rating : *****

Tak ada orang Indonesia yang tak mengenal epos Mahabharata. Pun jika belum mengenal pasti sudah pernah mendengarnya. Kisah yang berasal dari India ini melegenda di Indonesia selama berabad-abad dan mengalami berbagai adaptasi yang membuatnya semakin kaya serta sarat nilai-nilai luhur.

Mahabharata menceritakan hikayat wangsa Bharata, mulai generasi tetuanya, dewa-dewa dalam negeri wayang, kebijaksanaan dari karakter-karakternya, diakhiri dengan sebuah perang besar yang pecah antara lima Pandawa bersaudara melawan kesembilanpuluh-sembilan Kurawa.

Buku ini juga mengkisahkan bagaimana Pandawa memenangkan sayembara dengan hadiah memperistri Dewi Drupadi. Bagaimana Pandawa harus membagi segalanya menjadi lima sehingga Drupadi memiliki 5 orang suami sekaligus. Dikisahkan juga bagaimana Dursasana melecehkan Drupadi dan sumpah pembalasan dendam Drupadi untuk mencuci rambutnya dengan darah Dursasana.

Nyoman S. Pendit mengemas ulang cerita legendaris ini dengan gaya yang sangat ringan namun detail. Penokohan yang kuat, pesan-pesan moral yang luhur serta konflik antar-tokoh yang rumit menjadi daya tarik utama buku ini. Buku ini adalah salah satu favorit saya! Menulis resensinya membuat saya ingin membacanya lagi!

Selamat Baca Buku Bagus! 🙂

Advertisements

March 23, 2010

Biola Tak Berdawai – the book

Posted in Fiction, Indonesian at 1:06 AM by Gigih R. Cahyo

Biola Tak Berdawai by Seno Gumira Ajidarma

Book Title : Biola Tak Berdawai

Book Type : Fiction

Author : Seno Gumira Ajidarma

My Rating : *****

Saat penulis buku berlomba-lomba memvisualisasikan karyanya di layar lebar, yang terjadi pada Biola Tak Berdawai justru sebaliknya. Biola Tak Berdawai adalah sebuah film besutan sutradara Sekar Ayu Asmara yang diproduksi pada tahun 2003. Tak lama setelahnya, film ini diterbitkan ke dalam bentuk buku yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma. Namun bagi saya, membaca buku Biola Tak Berdawai menyeret saya ke dalam sebuah experience yang sangat jauh berbeda dibandingkan ketika saya menonton filmnya.

Buku Biola Tak Berdawai bercerita dari sudut pandang Dewa, seorang anak kecil penderita cacat mental yang ditampung Rinjani di rumah yang berfungsi sebagai panti asuhan. Mereka saling menyayangi bagai Ibu dan Anak. Rinjani dan Dewa kemudian bertemu dengan seorang pemain biola bernama Bhisma. Sang pemain biola jatuh cinta pada Rinjani. Meskipun ingin, Rinjani tak dapat membalas cinta Bhisma karena traumanya di masa lalu dan penyakit rahim yang dideritanya. Akhirnya Rinjani meninggal sebelum Bhisma sempat mengucapkan perpisahan padanya.

Apa yang begitu menggugah dari buku ini?

Seno berhasil membawa pembaca buku ini untuk menikmati alam magis penuh keindahan yang tak terlihat dari kacamata orang normal, namun dari sudut pandang anak cacat mental sebagai pencerita. Kisah Rinjani dan Bhisma dirangkai melalui lakon-lakon wayang seperti Dursasana yang melecehkan Drupadi, Bhisma yang dapat memilih waktu kematiannya sendiri, dan seterusnya. Sebuah karya yang begitu berbeda dengan filmnya.

Biola Tak Berdawai kemudian menjadi salah satu pioner dari trend “Film yang dibukukan” di Indonesia pada tahun 2004-an. Namun buku-buku pengikutnya begitu ‘miskin’ dan terlalu menurut skenario film aslinya. This book is beyond the words!

Selamat Baca Buku Bagus! 🙂

Gigih Rahmatika Cahyo.