May 21, 2010

Library of The Beast: sebuah mimpi

Posted in Rumpi-rumpi Buku at 2:02 PM by Gigih R. Cahyo

Waktu itu saya masih berumur 4 tahun. Mama mengajak saya ke Surabaya untuk menonton bioskop. Yang kami tonton adalah film Walt Disney berjudul Beauty and The Beast. Kisah tentang seorang pelayan bar bernama Belle yang tersesat di sebuah kastil tua milik pangeran yang dikutuk menjadi makhluk menyeramkan bernama Beast.

Sepanjang menonton film, saya asyik terbawa oleh petualangan Belle: Jam duduk yang bisa berbicara, ibu poci teh dan anak-anaknya yang ikut menyanyi dan menari bersama Belle, perabotan rumah tangga yang menyambut kedatangan Belle di kastil, serta kisah cinta si cantik Belle dengan si pangeran buruk rupa – semua itu berhasil membius saya di tempat duduk. Namun ternyata sensasi yang saya rasakan itu belum seberapa. Ketika Beast membukakan dua daun pintu perpustakaannya untuk Belle, saya terperangah. Kehabisan kata.

Beast's Library (Walt Disney's Beauty and The Beast)

Perpustakaan milik Beast berisi ribuan buku, semua berbaris rapi dalam rak dinding yang bersusun dari lantai hingga langit-langit yang sangat tinggi. Tak hanya itu, di lantai satu perpustakaannya terdapat globe marmer besar, perapian yang menghangatkan ruangan, dan (ini yang paling membekas dalam ingatan saya) sliding ladder atau tangga geser yang tinggiiiii sekali untuk menjangkau buku-buku pada rak bagian atas. Ekspresi saya saat itu mungkin sama persis dengan ekspresi Belle ketika pertama kali melongok ke dalam perpstakaan dari balik bahu Beast.

Sepulang dari bioskop, saya berkata dengan sangat antusias kepada Mama kalau suatu saat nanti saya ingin memiliki perpustakaan yang seperti itu di rumah saya. Mama tertawa. Menjelaskan kalau itu bohong-bohongan. Hanya ada dalam film. Tidak mungkin ada dalam kehidupan nyata.

Saya diam, tidak mau mempercayai apa yang dikatakan Mama. Mama boleh saja tertawa. Tapi perpustakaan Beast tetap ada dalam benak saya. Menjadi mimpi kanak-kanak saya yang masih membaca komik Jepang, bahkan hingga kini ketika saya tidak dapat melepaskan dunia saya dari buku-buku fiksi.

Nanti.

Suatu saat.

——————————

Selamat BacaBukuBagus! 🙂

Advertisements

4 Comments »

  1. Perpus c2o said,

    Apalagi waktu baca deskripsi perpustakaan di The Name of the Rose… atau The Total Library dan Library of Babelnya Borges 😀
    Eh kebetulan si Borgos juga dibuat berdasarkan Borges 😉

  2. Perpus c2o said,

    Ups. Burgos…. Ee jadi spam nih :p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: