July 5, 2012

Supernova : Partikel

Posted in Fiction at 2:36 AM by Gigih R. Cahyo

Image

Book Title : Partikel

Book Type : Fiction, Science Fiction, Serial

Author : Dewi Lestari

My Rating : ****

Dewi Lestari bisa dibilang merupakan penulis Indonesia yang paling saya sukai. Karena itu pula, saya belum pernah ‘berani’ mempublish review saya tentang karya-karyanya. Semua review buku Dewi Lestari selalu berujung di folder draft blog ini. Saya takut akan menjadi terlalu subyektif dan berpanjang lebar, tidak bisa berhenti menuliskan kekaguman saya pada sosok yang melahirkan buku-buku terbaik di Indonesia satu dekade belakangan. Bertepatan dengan lahirnya Partikel, saya beranikan diri mengaktifkan kembali blog ini dengan menulis reviewnya.

Partikel adalah lanjutan dari serial Supernova, karya Dewi Lestari yang paling ditunggu para pembacanya. Sempat vakum selama delapan tahun, kualitas karya Dee (panggilan Dewi Lestari) bukannya mengalami penurunan, malahan semakin matang dan kaya.

Partikel bercerita tentang Zarah, seorang gadis cerdas yang dididik untuk dekat dengan alam oleh ayahnya, Firas, seorang dosen penggila tanaman dan jamur. Suatu hari Firas yang mendedikasikan hidupnya untuk meneliti alam tiba-tiba hilang secara misterius di bukit angker dekat rumah mereka. Di dalam jurnalnya, Firas meninggalkan gambar-gambar yang menyerupai makhluk luar angkasa. Semenjak ayahnya hilang, Zarah hidup dalam pencarian selama bertahun-tahun. Pencarian itu pula yang membawa Zarah ke berbagai sudut terjauh dunia, bersahabat dengan alam, memperkenalkannya dengan Paul, Zach, Storm dan Hawkeye.

Partikel ditulis melalui riset yang menurut saya dalam serta menyeluruh. Pemaparannya begitu gamblang dan sangat mudah dicerna para awam. Tak hanya itu, data-data yang diperoleh juga begitu kaya, tidak terkesan mengada-ada. Karakter-karakternya dibangun dengan apik, sangat manusiawi, tidak berlebihan. Begitu membiusnya buku ini hingga saya menyelesaikan Partikel dalam sekali duduk. Sama sekali tidak bisa ditinggalkan!

Satu yang selalu saya kagumi dari penulis favorit saya ini adalah: Dee selalu, sekali lagi SELALU berhasil dengan luwes menjadi siapa saja yang Ia mau, tanpa terjebak oleh batasan umur, era, agama, etnis, jenis kelamin, pekerjaan, dan segala embel-embel background individunya. Ini bukan pekerjaan mudah, mengingat beberapa novelis senior Indonesia seringkali terperangkap dalam penokohan yang itu-itu saja. Keluwesan Dee ini pada akhirnya memberikan warna serta nuansa yang berbeda-beda di setiap episode Supernova, sehingga masing-masing buku tetap bisa dinikmati secara terpisah tanpa harus membacanya secara berurutan dari yang pertama.

Buku ini hukumnya bukan hanya wajib baca, tapi wajib punya.

Lalu mengapa saya hanya memberi 4 bintang? Kenapa bukan 5?

Satu hal yang saya rindukan dan tidak saya temukan di Partikel ini adalah puisi-puisi pendek Dee yang biasanya terselip di tengah cerita. Sehingga muatan sastra-nya jadi agak kurang terasa.

But anyway, it’s still highly worth-buying!

 

Selamat BacaBukuBagus! 😀

 

May 21, 2010

C2O Library (jalan-jalan)

Posted in Rumpi-rumpi Buku at 3:34 PM by Gigih R. Cahyo

Lama tinggal di Surabaya, saya sering terheran-heran sendiri, betapa keringnya kota ini akan spot yang dapat mengakomodasi rasa haus para penggila buku. Entah itu kafe buku, perpustakaan, atau toko buku (terutama buku berbahasa asing). Pilihan yang tersedia sangat sedikit dan koleksinya pun sangat seragam.

Kira-kira dua bulan yang lalu, seorang teman saya merekomendasikan sebuah tempat bernama C2O Library.  Begini katanya: “Itu perpustakaan gitu. Pokoknya koleksi buku-bukunya ‘kamu banget’ lah! Pasti kamu suka!”

Setelah  2 kali bertanya ke pak Polisi, 1 kali bertanya ke pak Becak, dan putar-putar selama  1,5 jam di sekitar Jl. Dr. Soetomo, akhirnya  saya berhasil juga menemukannya.

C2O Library, Jl. Dr. Cipto No.20, Surabaya.

Tersembunyi di Jl. Dr. Cipto, menurut saya C2O  adalah tempat menyepi yang sangat sempurna untuk membaca buku. Sebuah oase kecil di tengah hiruk-pikuk kota Metropolis. Menurut obrolan singkat saya dengan Kat, sang pemilik, C2O pertama kali dibuka pada pertengahan tahun 2008. C2O memiliki sekitar 4.000 koleksi buku yang mostly berjenis fiksi; namun juga memiliki cukup banyak koleksi buku biografi, sejarah, ensiklopedia, desain grafis, antropologi, dan komik. Buku-buku itu adalah koleksi pribadi yang dikumpulkan Kat sejak dulu.

Saya langsung jatuh cinta ketika menyusuri judul-judul bukunya. Sebagian besar koleksi buku C2O adalah versi asli dalam Bahasa Inggris. Beberapa di antaranya adalah buku yang sangat langka, beberapa yang lain bahkan tidak diterbitkan di Indonesia. Dilanda euforia karena baru menemukan ‘surga buku’, saya langsung apply sebagai member.

Betapa kagetnya saya ketika tahu kalau untuk membership 1 tahun di C2O hanya memerlukan biaya 50.000 rupiah! Member C2O diperbolehkan menyewa buku-bukunya dalam jangka waktu 2 minggu. Tambahan deposit 50.000 rupiah lagi jika ingin menyewa buku yang cukup langka.

Tak hanya itu, C2O juga memiliki koleksi film yang sangat banyak. Salah satu pusat kebudayaan asing di Surabaya bahkan sering meminjam film dari C2O. Setiap Sabtu sore, perpustakaan ini selalu mengadakan nonton film bareng.

Bagi para penggila buku, saya sangat merekomendasikan Anda berkunjung ke tempat ini!

Peta lokasinya dapat ditemukan di website C2O Library.

Selamat BacaBukuBagus! 🙂

Library of The Beast: sebuah mimpi

Posted in Rumpi-rumpi Buku at 2:02 PM by Gigih R. Cahyo

Waktu itu saya masih berumur 4 tahun. Mama mengajak saya ke Surabaya untuk menonton bioskop. Yang kami tonton adalah film Walt Disney berjudul Beauty and The Beast. Kisah tentang seorang pelayan bar bernama Belle yang tersesat di sebuah kastil tua milik pangeran yang dikutuk menjadi makhluk menyeramkan bernama Beast.

Sepanjang menonton film, saya asyik terbawa oleh petualangan Belle: Jam duduk yang bisa berbicara, ibu poci teh dan anak-anaknya yang ikut menyanyi dan menari bersama Belle, perabotan rumah tangga yang menyambut kedatangan Belle di kastil, serta kisah cinta si cantik Belle dengan si pangeran buruk rupa – semua itu berhasil membius saya di tempat duduk. Namun ternyata sensasi yang saya rasakan itu belum seberapa. Ketika Beast membukakan dua daun pintu perpustakaannya untuk Belle, saya terperangah. Kehabisan kata.

Beast's Library (Walt Disney's Beauty and The Beast)

Perpustakaan milik Beast berisi ribuan buku, semua berbaris rapi dalam rak dinding yang bersusun dari lantai hingga langit-langit yang sangat tinggi. Tak hanya itu, di lantai satu perpustakaannya terdapat globe marmer besar, perapian yang menghangatkan ruangan, dan (ini yang paling membekas dalam ingatan saya) sliding ladder atau tangga geser yang tinggiiiii sekali untuk menjangkau buku-buku pada rak bagian atas. Ekspresi saya saat itu mungkin sama persis dengan ekspresi Belle ketika pertama kali melongok ke dalam perpstakaan dari balik bahu Beast.

Sepulang dari bioskop, saya berkata dengan sangat antusias kepada Mama kalau suatu saat nanti saya ingin memiliki perpustakaan yang seperti itu di rumah saya. Mama tertawa. Menjelaskan kalau itu bohong-bohongan. Hanya ada dalam film. Tidak mungkin ada dalam kehidupan nyata.

Saya diam, tidak mau mempercayai apa yang dikatakan Mama. Mama boleh saja tertawa. Tapi perpustakaan Beast tetap ada dalam benak saya. Menjadi mimpi kanak-kanak saya yang masih membaca komik Jepang, bahkan hingga kini ketika saya tidak dapat melepaskan dunia saya dari buku-buku fiksi.

Nanti.

Suatu saat.

——————————

Selamat BacaBukuBagus! 🙂

May 15, 2010

The Count of Monte Cristo

Posted in eBooks, Fiction, Literature at 5:34 PM by Gigih R. Cahyo

Book Title : The Count of Monte Cristo

Book Type : Literature, Classic

Author : Alexandre Dumas

My Rating : ****

Download The Count of Monte Cristo eBook for FREE. Click HERE!

It’s time for some classic ! 🙂

The Count of Monte Cristo merupakan salah satu karya sastra klasik yang menjadi favorit saya sepanjang masa.

Alkisah di Marseille pada abad ke-17 hidup Edmond Dantes, seorang anak kapten kapal yang miskin. Sejak kecil, Edmond bersahabat dengan Mondego, anak seorang count di kota mereka. Seiring beranjak dewasa, Edmond jatuh cinta pada Mercedes, yang juga sering bermain dengan Edmond dan Mondego. Cinta Edmond berbalas. Mereka pun bertunangan. Tanpa sepengetahuan Edmond, ternyata Mondego memendam cinta kepada Mercedes. Dibutakan dendam, Mondego menggunakan kekuasaan ayahnya untuk memenjarakan Edmond seumur hidup degan tuduhan pengkhianatan.

Terasingkan di Chateau d’If selama bertahun-tahun, suatu hari Dantes bertemu dengan Faria, seorang kakek tua yang berniat melarikan diri dari penjara itu. Mereka pun bekerjasama untuk menggali lubang ke luar penjara. Namun Faria meninggal sebelum mereka berhasil kabur. Sebelum meninggal, Faria meninggalkan wasiat sebuah peta harta karun kepada Dantes. Dengan susah payah, akhirnya Dantes berhasil kabur dari Chateau D’If, menemukan harta karun, dan kembali ke Marseille dalam penyamaran. Tanpa diduga-duga, ternyata selama Ia dipenjara, Mercedes telah dinikahi oleh Mondego. Penuh amarah, Dantes menyusun rencana untuk membalaskan dendamnya dengan nama samaran Count of Monte Cristo.

Alexandre Dumas sukses membuat saya terbawa dalam petualangan klasik yang asyik, menegangkan dan menyentuh. Saya membaca buku ini dalam versi bahasa Indonesia lama yang diterjemahkan oleh Penerbit Balai Pustaka dan terbagi dalam 6 buku. Dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi yang mendukung imajinasi pembaca, untuk ukuran sastra menurut saya buku ini sangat mudah dipahami. Sebagai gambaran saja, saya membaca buku ini ketika duduk di kelas 1 SMA.

Pada tahun 2003, buku ini telah diangkat ke layar lebar.

Penasaran? silahkan download eBook versi aslinya di link yang saya sediakan di atas. 🙂

Selamat BacaBukuBagus ! 🙂

April 25, 2010

The Time Traveler’s Wife

Posted in eBooks, Fiction at 11:24 AM by Gigih R. Cahyo

Book Title : The Time Traveler’s Wife

Book Type : Fiction

Author : Audrey Niffenegger

My Rating : ****

Download The Time Traveler’s Wife eBook for FREE. Click Here!

Clare adalah seorang gadis kecil berusia 6 tahun yang tinggal di daerah pedesaan Michigan. Suatu ketika dia mendapati seorang laki-laki telanjang di pekarangan rumahnya. Lelaki itu adalah Henry, seorang penjelajah waktu yang kelak menjadi suaminya. Hingga Clare dewasa, henry selalu mengunjunginya dengan rutin. Mereka selalu bertemu diam-diam di pekarangan rumah Clare tanpa ada seorangpun yang tahu.

Ketika Clare berusia 18 tahun, Henry berhenti mengunjunginya, dan menyuruh Clare menunggu hingga kelak mereka dipertemukan sebagai orang yang baru saling mengenal. Lambat laun Clare menemukan Henry yang ternyata bekerja sebagai librarian di Perpustakaan Newberry. Mereka menjadi sepasang kekasih dan akhirnya menikah. Meski demikian, menjadi istri seorang penjelajah waktu tidaklah mudah dan penuh kekhawatiran. Clare selalu gelisah karena mereka tak kunjung dikaruniai anak setelah berkali-kali keguguran, dan Ia selalu merisaukan keadaan Henry ketika Ia sedang menjelajah waktu. Begitu pula Henry yang tak dapat mengendalikan kapan dan kemana Ia akan berpindah waktu. Kekhawatiran mereka pada akhirnya menjadi kenyataan ketika Henry berusia 43 tahun, di sebuah malam yang dingin di Chicago.

Buku ini memiliki kepingan-kepingan kecil plot yang tidak beraturan, namun cukup berhasil menggugah keingintahuan pembaca dan mengaduk-aduk emosi pembaca untuk terus menyusuri halaman-halamannya. Hingga di satu titik di mana semua plot bertemu dan membentuk satu kesatuan cerita yang utuh, diakhiri dengan ending yang sangat menyentuh. Character building tokoh Henry dan Clare, serta hubungan keduanya, dibangun dengan sangat matang. Disampaikan dengan gaya bercerita Niffenegger yang logis, seksi dan menyegarkan, buku ini menjadi sebuah karya yang sangat tak pantas untuk dilewatkan begitu saja.

Selamat Baca Buku Bagus! 🙂

Next page